Rin masuk devisi kerohanian, koq ospek ada devisi kerohaniannya seh? Yupz… beberapa panitia ingin ada acara cami (calon mahasiswi) keputrian pada saat cama (calon mahasiswa) shalat Jumat.
Kesempatan besar! Itu adalah kesempatan besar bagi rin untuk mengenalkan FKMI di Univ Pakuan terutama di FMIPA . Secara orang itu kenalnya DKM mululu, sedangkan FKMI ga, sekaligus rin bisa menciptakan kader-kader penerus FKMI yang berasal dari FMIPA. Ini peluang besar. Dan aku bisa merencanakan semua.
Ketika aku melihat draft acara. Hm… keputrian hanya diberi waktu 45 menit “adik-adikku akan dapat apa?” batinku. Sempat rin mengajukan keberatan pada devisi acara, tapi tentu aku menjadi orang yang kalah! Dan mau ga mau aku terima acara keputrian yang singkat.
Tanggal 11 pertama kalinya aku menjadi panitia. Dan aku jadi salah satu panitia yang tidak bisa “JUTEX” terlalu lama. Tentu teman-temanku menegur “Depan mereka jangan senyum-senyum rin.”
“Iya…maaf.” Kataku.
Hari kedua menjadi panitia. Tanggal 12, disinilah moment yang sangat berharga buat rin, dan disinilah aku merasa menjadi orang yang GAGAL! Ketika waktu untuk keputrian dipangkas, 5 menit… 10 menit… dan sampai acara keputrian hanya diberi waktu 20 menit! Walaupun tidak ada yang disalahkan, tapi aku merasa GAGAL…
Mudah – mudahan… Allah memberi hidayah pada salah satu dari mereka.
Mudah – mudahan di waktu yang singkat ini, bisa memberi makna diantara mereka.
Tapi ada beberapa hal yang menyenangkan….huhuhuhu… sapa seh peserta P2SPT cami yang ga kenal rin? Yah.. beginilah jadi orang yang beda, jadi pusat perhatian orang-orang. *beda dari segi pakaian*
(QS 2: Al Baqarah ayat 155)
(Ditakhrij Muslim, 8/125 dalam Az-Zuhud)